Siapa yang tidak suka dengan cerita tentang pecundang yang menang? Sosok yang selalu dirundung dan diremehkan oleh para karakter ‘Dominan’ ini akhirnya bisa berubah menjadi sosok yang bangkit melawan orang-orang yang meremehkan dan merundungnya. Dan membuktikan bahwa ia memiliki nilai, dan orang yang berharga.
Dalam konsep formula ‘Save The Cat’, Blake Snyder menyebutkan ada sepuluh tipe film salah satunya ‘The Fool Triumphant’, sebuah tipe film yang bercerita tentang seseorang yang ‘bodoh’ (pecundang terabaikan). Kekurangan terbesar karakter ini adalah fakta bahwa dia terus menerus diabaikan oleh sekelompok orang atau institusi.
Dalam film pendek Senja Yang Pamit karya M. Alvin Najmi, konsep The Fool Triumphant dihadirkan dalam sosok Nazmi, seorang pelajar culun yang sering dirundung oleh sekelompok siswa yang dominan di kelas yang jatuh cinta kepada Manda, sosok primadona di kelas Nazmi.
Klise? Memang begitu lah premis cerita pada film pendek di kalangan siswa SMA, kurangnya pemahaman dan pembacaan pada film mengakibatkan cerita yang klise dan sudah direproduksi berulang kali. Namun, hal ini langkah awal yang baik untuk menjadi insan perfilman yang sukses di masa yang akan datang. Pengalaman memproduksi film pendek pada masa SMA kelak akan selalu dikenang saat sang sineas sudah di tahap yang matang.
Kita kembali ke konsep Fool Triumphant yang dihadirkan pada film yang diproduksi oleh SMAN 2 Banjarmasin ini. Sebenarnya, dari segi premis cerita dan plot biasa-biasa saja, premis yang memang sering terjadi di sekolahan. Hanya saja disajikan dengan adanya ‘isian’ narator pada unsur naratif cerita yang kadang membuat saya gregetan karena membuat saya sebagai penonton menerima informasi ganda.
Konsep Fool Triumphant pada film ini pun belum sepenuhnya terpenuhi, dimana dalam konsep formula Fool Triumphant harus ada tiga elemen penting, yaitu orang bodoh, kelompok mapan dan transmutasi hero. Ada elemen transmutasi hero yang tak terjelaskan dalam film yang berdurasi dua puluh menit ini, dimana proses menang dari karakter utama yang culun ini tidak terjelaskan dalam film, hanya hasil dari menangnya karakter utama yang dijelaskan, terlihat pada karakter yang ternyata mendapat dambaan hatinya sang primadona di kelasnya.
Kelompok ‘Dominan’ yang dihadirkan dalam cerita ini dan berkonfrontasi dengan karakter utama tidak dimaksimalkan dengan baik, karena tidak adanya cerita tentang ‘kekalahan’ dari kelompok dominan tersebut. Sebaiknya, ada bagian dimana kelompok dominan ini dikonfrontasi oleh karakter utama, sehingga terjadi konflik besar dan mengharuskan karakter utama kita yang culun ini menghadapi kelompok dominan ini dan akhirnya si culun menang melawan kelompok dominan ini.
Namun, ada beberapa hal yang sudah cukup baik dalam film pendek ini terutama untuk karakter si ‘bodoh’ kita yang akhirnya mendapat pujaan hatinya, dimana dalam film pendek ini karakter utama menampilkan kekuatan terbesarnya yaitu kepolosan mereka dan kemampuan mereka untuk sekedar menjadi diri sendiri.
Film Pendek Senja yang Pamit ini tayang di Layar Film Banjar 2023 dari tanggal 9 – 16 Desember 2023. Film ini masuk ke dalam program Layar Kanas Anum. Layaknya Kanas (Nanas) yang masih muda, film pendek dan sineas yang ada di balik karya ini masih bisa bertumbuh dan berproses menjadi nanas yang matang suatu saat nanti. Semangat eksplorasi dan kolaborasi dalam karya ini menjadi semangat bagi sineas yang ada di balik layar untuk terus berproses dan berkembang membuat sebuah karya yang spektakuler.