Dibalik banyaknya tawa dan senyum yang diproduksi arena bermain pasar malam, ternyata film pendek Bukan Tempat Bermain karya M. Azmi Arif ini bisa memperlihatkan ironi dari tempat tersebut.
Film pendek yang diproduksi tahun 2023 ini bercerita tentang Hani seorang penjaga karcis pasar malam yang memutuskan menghabiskan waktu untuk terakhir kalinya bersenang-senang di arena permainan pasar malam sebelum mengakhiri hubungan dengan pacarnya. Hari, seorang pegawai arena permainan di pasar malam.
Hani yang diperankan oleh Innasya Pritama Tania Dewi diceritakan sudah 4 tahun menjalani hubungan dengan sang pacar, Hari yang diperankan oleh Liko Anshori. Dua sejoli ini sudah 4 tahun bersama di sebuah arena permainan pasar malam yang dinaungi oleh Putra Mahkota Jaya. Namun, Boy tak kunjung menikahi pacarnya, membuat Hani meragukan keseriusan Boy.

Dari segi penceritaan, Afwan Sila dan Agung Aritanto menghadirkan premis yang cukup menarik karena berbicara tentang sebuah ironi pada tempat yang bagi orang lain banyak menghasilkan kenangan manis. Namun, bagi Hani dan Boy, tempat ini malah menghasilkan kenangan yang pahit. Namun secara alur cerita dalam film ini agak disayangkan tidak mendapatkan klimaks konfliknya dengan ciamik.
Film yang berdurasi 11 menit 52 detik ini menggunakan alur maju mundur dalam penceritaannya. Di paruh awal film, Hani dan Boy membicarakan nasib dari hubungan mereka ada Jump Cut yang menyelingi adegan tersebut. Namun, agak disayangkan alur maju yang dimasukkan dalam Jump Cut tersebut diulangi lagi di paruh terakhir film. Walaupun saya senang dengan musik pengiring yang ada pada paruh terakhir tersebut. Hal ini mengakibatkan klimaks konflik tidak tercapai karena adanya informasi yang berulang.
Berbicara tentang musik pengiring, film ini menghadirkan Electronic Dangdut Music (EDM) di setiap adegannya yang menurut saya terasa segar di ceruk film pendek komedi romantis yang ada di Kalimantan Selatan. Didukung lirik dari EDM yang mengiringi film ini sangat cocok dengan situasi yang ada dalam film, membuat kita kadang merasa hanyut menikmati setiap adegan. Walaupun, di paruh terakhir film ini saya merasa menonton potongan sebuah video klip musik karena kurang lebih 3 menit kita hanya disuguhi adegan dan musik tanpa dialog.
Sebagai penutup, saya senang sekali film ini tidak menggunakan dialog yang berlebihan dan menggunakan simbol-simbol maupun analogi-analogi yang mudah dimengerti. Bagai gulali kapas yang sering kita temui di pasar malam, kadang manisnya hidup hanya sebentar saja, saat gulali yang kita punya sudah habis, maka akan ada dua pilihan. Pertama, menangis dan merengek minta lagi layaknya anak kecil. Kedua, tersenyum sumringah karena bersyukur atas manisnya hidup yang kita rasakan walau hanya sebentar.
Tapi film pendek karya M. Azmi Arif ini memilih opsi pilihan kedua dari kejadian itu. Yaitu, menertawakan kejadian-kejadian manis yang terjadi pada hidup kita, menikmati momen tersebut, dan menjadikannya kenangan yang manis saat momen tersebut sudah terlewati. Akhirnya, merasa bersyukur karena telah diberikan momen manis tersebut dalam kehidupan kita.

Film pendek Bukan Tempat Bermain saat ini sedang ditayangkan di Layar Film Banjar 2023 dari tanggal 9 – 16 Desember 2023 di Banjarmasin Creative Hub. Film yang termasuk ke dalam program Layar Kanas ini sudah selayaknya disebut dengan Kanas yang matang, tidak asam tapi lebih ke manis.